Pages

Showing posts with label puasa shunnah. Show all posts
Showing posts with label puasa shunnah. Show all posts

Saturday, 28 August 2010

Puasa Perdana Ustadzah Princess Nabila

Wuihihi ... dah hari ke 19 puasa baru mo ngucapan ramadan karim ... ter _la_lu (bang rhoma modeon)
Stiap org tahu bahwa ramadan mmg spesial, tp ramadan tahun ini, lebiiiiiiiih spesial lagi. Kenapa gerangan?. Karena ustadzah princess Nabila dah ikut puasa juga ^^. mantebb ga tuuuh woehehe ...
Hari pertama puasa, cuma kuat sampe jam 9 pagi, karena mmg sahur nya cuman 2 sendok makan + susu.
Hari kedua puasa, kuat sampe jam 4 sore.
Nah hari ketiga puasa, dah bisa penuh nih si ustadzah, alhamdulillah ...
Sebenernya sempet terjadi accident juga siih. Pas di kantor ngadain acara bukber/bubar, menjelang adzan maghrib, org2 kantor kan dah pada ribut tuh, pada ngambil hidangan bukaan/snack dan minuman yang disediakan. Nah si ustadzah ini pikir dah waktunya berbuka, pdhl adzan blm berkumandang, nah langsung deh dia comot resoles. Begitu emaknya negor "lho kak, belom adzan ..". Wuihihi, dianya malyuu, sambil peluk pinggang umminya. Sampe org2 pada nanya, then org2 pd bilang "its ok kakak". Dan lucunya, si ustadzah nabila ini bilang, "miii, kepedesan ... boleh minum ga". Oalaaah, dah buka duluan kok malah pengen nambah minum air hehehe. Ternyata cabe dalam resoles ikut kemakan, kasihan deh kamu nak. Ya sudah, minum air putih dikit dia.
Sebelum bulan Ramadan tiba, si ustadzah ini banyak diceritakan ttg indahnya bulan Ramadan, bagaimana seneng dan bahagianya setiap muslim menyambut bulan Ramadan karena begitu banyak keberkahan, ampunan, dan limpahan pahala yang dilipatgandakan. Nah, berhubung si ustadzah ini kan masih kecil, sebagai reward puasa, si ustadzah ini ingin sesuatu yang riil. Si Umminya ustadzah ini menjawab “lah bukannya Allah malah sudah memberi kakak rizki duluan, sebelum kakak puasa, berupa baju2 lebaran hehe ..”. well, berhubung ada temen yg nawarin baju anak2, jd mmg udah beli, dan yang 3 sisanya memang sengaja beli sebelum puasa, biar ntar dia ga perlu muter2 pas bulan puasa, takutnya ntar kecapean dan terganggu puasanya. Nah, akhirnya dia coba puasa, teruuus pas hari ketiga-saat pertama kali berhasil sampe maghrib, sebagai reward dia pengen dibeliin pena warna warni kayak abinya. Akhirnya sorenya, mereka beli deh tuh pena woehehe.
Alhamdulillahnya lagi, sekitar seminggu puasa, Nabila dapat kiriman paket dari mbah-nya, baju lebaran 2 ^^. Makin semangat deh si ustadzah puasa. Sayangnya, Ustadzah Nabila ini ga rajin shalat, padahal dah dibilangin, masak puasa ga shalat kak?, tapi ya  gitu deh. Padahal kalo sekalinya salat, dia pasti lengkap pake berdoa robbighfirli sama robbana atina ditambah doa dia sendiri “Ya Allah jadikan nabila dan adik meqli anak yang soleh, pinter membaca, mengaji, tidak suka menangis dan teriak2” woehehe …, sengaja dibesarin suaranya biar diliatin sama ummiabi-nya.
Anehnya, ustadzah Nabila ini masih suka keliling2 komplek, maen2 ke rumah sebelah, ga keliatan lemes, tapi mmg agak kering bibirnya. Lalu sekitar jam 6 sore, dia suka nanya juga,”mii, kok lama sih bukanya?”. Hihihi .. coba kamu dah di rumah mbah, jam 6 dah buka, secara nabila puasanya di aceh, musti sabar nunggu mpe jam 07.07 petang deh. Awal2 puasa, masih suka buka kulkas tiap bangun tidur, lupa kalo puasa, tapi habis itu udah enggak. Paling kalo wak Pen lagi masak, dia suka nanyain, ntar menunya apaan, pengen bantuin tapi akhirnya lebih suka berantakin.



Saat berbuka Nabila, saat yang membahagiakan. Selama puasa ini, ustadzah ini juga jadi lebih banyak porsi makannya, drpd sehari2 yg dikit bgt. Menjawab keraguan umminya yg awalnya ga tega kalo kakak Nabila puasa seharian, karena memang semenjak tinggal di aceh, badannya jadi lebih kurus. Walo saat sahur, umminya musti telaten nyuapin di kamar sembari membujuk rayu biar makannya banyak. Tiap berbuka, tak lupa kami kasih ucapan ke ustadzah Nabila “ selamat ya kak, hari ini puasanya penuh, Allah pasti tambah sayang, ummi dan abi juga”. Malah di awal puasa, dikasih lengkap pake peluk cium dari abinya woehehe. Oke deh kakak, pertahankan sampe idul fitri tiba yaa ...
Terimakasih sayangku Ustadzah Princess Nabila, karena telah memberi kado indah di hari2 menjelang ultahmu yang ke-5 ^_^ 

Friday, 25 December 2009

Puasa Sunnah Asyura Muharram

Awal di syari’atkannya shaum 'Asyura ketika Rasulullah saw melihat orang-orang Yahudi yang berpuasa pada hari 'Asyura (10 Muharram)..

Dari Ibnu Abbas ra, ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka beliau bertanya: “Hari apakah ini..?” mereka menjawab: “ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari dimana ALLAH SWT menyelamatkan bani Israil dari musuhnya, maka Musa AS berpuasa pada hari itu karena bersyukur kepada ALLAH SWT. Dan kami berpuasa pada hari itu untuk mengagungkannya..” Rasulullah SAW bersabda: “Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian..” Maka Rasulullah SAW shaum pada hari itu (shaum 'Asyura) dan memerintahkan kaum muslimin untuk shaum padanya.. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika telah disyari’atkannya shaum 'Asyura, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar berbeda dengan Yahudi supaya terhindar dari Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) dengan shaum sehari sebelumnya (yaitu tanggal 9 Muharram). Atas dasar itu yang paling utama adalah shaum pada hari tanggal 10 Muharram ditambah satu hari sebelumnya.

Sahabat berkata: ”Ya Rasulullah, sesungguhnya Asyura itu hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani..” Maka Rasulullah SAW bersabda: ”Tahun depan InsyaALLAH kita akan shaum pada hari kesembilan..” (HR. Muslim)
ditambahkan :
Sebelum sampai tahun depan Rasulullah saw telah wafat.. (HR. Muslim)

Hadits ini menyatakan keinginan Rasulullah saw untuk shaum di hari yang ke-9 dari bulan Muharram. Tapi belum sempat Rasulullah saw melaksanakannya, beliau telah wafat. Namun hadits ini telah menjelaskan secara tidak langsung, bahwa tanggal 9 Muharram telah di syari’atkan pula untuk shaum. Oleh karena itu selanjutnya shaum pada tanggal 9-10 Muharram dinamakan shaum Tasu’a Asyura.

Pada awalnya hukum untuk melaksanakan shaum 'Asyura adalah wajib, namun kemudian kewajibannya di-nasakh dengan kewajiban shaum Ramadhan, maka shaum tersebut berubah hukumnya menjadi sunnah..

Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Hari 'Asyura (10 Muharram) adalah hari dimana orang-orang Quraisy zaman jahilliyah suka berpuasa. Rasulullah pun melaksanakan shaum pada hari tersebut. Ketika Nabi datang ke Madinah, Nabi pun suka shaum atasnya dan memerintahkan orang-orang untuk shaum padanya. Maka ketika diwajibkan shaum Ramadhan, Nabi bersabda, "Siapa saja yang bermaksud, silakan shaum padanya (10 Muharram) dan siapa yang mau meninggalkannya, silakan.." (HR. Bukhari dan Muslim, Nailu al-Autar, 4:269)

Keutamaan Shaum 'Asyura..

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: ”Shaum yang paling utama setelah shaum pada bulan Ramadhan adalah shaum pada bulan Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardlu adalah sholat malam.” (HR. Muslim)

Dari Abu Qatadah Al Anshari, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang shaum hari Arofah, beliau bersabda: “Ia menebus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang.” Ketika ditanya tentang shaum 'Asyura (10 Muharram) beliau bersabda: “menebus dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim).

Dalam riwayat yang lain (tentang keutamaan shaum 10 Muharram) Rasulullah SAW bersabda: “Aku mengharap kepada Allah untuk menghapuskan dosa setahun yang sebelumnya..” (HR. Muslim)