Pages

Saturday, 28 November 2009

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Vertigo

Vertigo merupakan suatu gejala subjektif, istilah yang digunakan masing-masing orang bisa berbeda-beda, tergantung pada asal-usul bahasa dan persepsinya, seperti pusing, melayang dan sebagainya.
Jika pasien dengan jelas mengatakan bahwa pusing adalah rasa berputar dan terbalik-balik, keluhan ini disebut sebagai vertigo vestibular dan dapat dipastikan secara diagnostik, dan jika tidak maka termasuk golongan non-vestibular dan tidak disebut sebagai vertigo, tetapi sebagai dizzines.

Secara Fisioanatomis susunan dan fungsi keseimbangan tubuh terdiri atas tiga sistem, yaitu : sistem somatosensori, sistem visual dan sistem vestibular. Masing-masing sistem tersebut terdiri atas tiga tingkat, yaitu : tingkat resepsi, tingkat integritas dan tingkat persepsi.
Semua rangsang yang diterima reseptor masing-masing sistem diintegritaskan ke batang otak dan serebelum, sehingga terjadi hubungan fungsional yang terpadu antara ketiga sistem, maupun antara tingkat resepsi dan tngkat rerspsi masing-masing sistem.

Vertigo bisa timbul bila ada gangguan pada salah satu atau lebih dari ketiga sistem tersebut pada tingkat resepsi, integritas maupun persepsi. Vertigo yang terjadi oleh karena kelainan pada sistem vestibular disebutvertigo vestibular, dan yang timbul pada kelainan sistem somatosensori dan visual disebut vertigo nonvestibular.

Perbedaan klinis Vertigo vestibular dan nonvestibular adalah sebagai berikut :
Vertigo Vestibular.

Gejala : Sifat vertigo : rasa berputar.
.Serangan : Episodik
.Mual/Muntah : (+)
.Gg.Pendengaran : kadang-kadang
.Gerakan Pencetus : Gerakan kepala
.Situasi Pencetus : Tidak ada

Vertigo Nonvestibular.

Gejala : Melayang, sifat serangan kontinyu, tidak ada mual/muntah, tidak ada gannguan pendengaran, gerakan objek visual sebagai pencetus, situasi pencetus karena keramaian

Terapi Vertigo terdiri atas :
1. Kausal, kebanyak kasus vertigo tidak diketahui penyebabnya, tetapi bila
penyebabnya ditemukan, maka terapi kausal merupakan pilihan utama.
2. Terapi Simomatik. keluhan vertigo yang paling berat adalah pada jenis vertigo
vestibular tipe ferifer. Strateginya adalah memberikan obat secukupnya untuk
mengurangi gejala agar pasien dapat segera dimobilisasi untuk latihan
Rehabilitasi.
3. Latihan Rehabilitasi Vestibular.
Untuk mempercepat penyembuhan, program rehabilitasi yang berupa Vestibular
Exercise, harus segera dilakukan begitu keluhan berkurang.

Beberapa Metode latihan vestibular adalah :
1. Metode Brandt-Daroff.
Metide ini dilakukan pada pasien Benigna Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), caranya :
.Pasien duduk tegak ditempat tidur dengan kaki menggantung.
.Lalu tutup kedua mata dan berbaring dengan cepat pada salah satu sisi tubuh selama 30 detik.
.Kemudian duduk tegak kembali, setelah 30 detik., baringkan tubuh pada sisi yang lain dengan cara yang sama, tunggu selama 30 detik, setelah itu duduk kembali
.Lakukan latihan ini 5 kali pada pagi hari, dan 5 kali pada malam hari sampai 2 hari berturut-turut tidak timbul vertigo lagi

Pada pasien dengan gangguan Vestibular selain BPPV, setelah rasa mual muntah berkurang, dapat diberikan latihan Visual Vestibular.
2.Latihan Visual Vestibular.
Pada pasien yang masih berbaring.
.Melirik ke atas, ke bawah, ke samping kiri,kanan : selanjutnya gerakan serupa sambil menatap jari yang digerakkan pada jarak 30 cm, mula-mula gerakkan lambat, makin lama makin cepat.
.Gerakan kepala fleksi dan ekstensi, makin lama makin cepat. Lalu diulang dengan mata tertutup. Setelah itu gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan dengan urutan yang sama.

Untuk pasien yang sudah dapat duduk.
.Gerakkan kepala dengan cepat ke atas dan ke bawah, seperti sedang manggut sebanyak 5 detik atau lebih sampai vertigo menghilang. ulangi latihan tsb sebanyak 3 kali
.Gerakkan kepala menatap ke kiri/kanan selama 30 detik, kembali ke posisi biasa selama 30 detik, lalu menatap ke arah sisi lain selama 30 detik dan seterusnya. Ulangi latihan sebanyak 3 kali.
.Sambil duduk dan membungkuk mengambil benda yang diletakkan di lantai.

Untuk pasien yang sudah bisa berdiri/berjalan.
.Sambil berdiri gerakkan mata, kepala seperti latihan diatas.
.Duduk di kursi lalu berdiri dengan mata terbuka dan tertutup.
.Latihan berjalan (gait exercise).




Wednesday, 25 November 2009

Kehamilan Pada Tri semester ke-2 (13-28 minggu)

Aloha, apa kabar, hari ini pada puasa arafah ga nih. Wah besok dah lebaran haji nih, Selamat idul Adha ya ... met menjalankan kurban dan makan daging hehe.
Oh ya, alhamdulillah hari senin yg lalu sebelum keberangkatan kami ke Banda Aceh, saya memeriksakan kandungan. Alhamdulillah everything is ok, kehamilan saya sudah menginjak bulan ke-4, jadi waktu itu sudah diperdengarkan detak jantung si dedek dalam peyut. Walaupun ini pengalaman yg kedua, tapi tetep aja amazing, subhanallah ...
Nah, untuk lebih jelasnya berikut ini perkembangan ibu hamil pada trisemester ke-2 yaitu pada minggu 13-28:

Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru. Trimester kedua dianggap sebagai masa kehamilan yang terbaik sebab anda akan merasa lebih nyaman saat ini. Perut anda belum terlalu besar anda masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari, dimana Rasa mual, lemas, dan keluhan lainnya pada trimester pertama akan hilang, bahkan anda merasa lebih energik saat ini.

Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester kedua (13-28 minggu):

PERUT SEMAKIN MEMBESAR
Setelah 12 minggu, rahim membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu bagian teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi kebanyakan wanita akan mulai tampak pembesaran perutnya pada kehamilan 16 minggu.

SENDAWA DAN BUANG ANGIN
Pada trimester ini anda akan bersendawa atau ingin buang angina/kentut pada saat yang tidak seharusnya---jangan bingung---anda tak sendirian mengalami masalah ini.
Sendawa dan buang angina adalah keluhan yang paling sering selama kehamilan. Hal ini karena usus merengang dan anda akan merasa kembung.
Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar akan membuang anda kembung dan tak nyaman, dan hindari makanan yang menyebabkan banyak gas seperti jagung, permen, bawang merah.

PELUPA
Pada beberapa ibu hamil akan menjadi sedikit pelupa selam kehamilannya, Ada beberapa teori tentang hal ini karena tubuh ibu terus bekerja berlebihan untuk perkembangan bayinya sehingga menimbulkan blok pikiran.
Tak perlu terpengaruh dengan hal ini ---sediakan catatan kecil unutk membantu anda. Dan beristirahalah sedapat mungkin.

RASA NYERI DI ULU HATI
Rasa panas atau terbakar didada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubunganya dengan jantung. Hal ini karena asam lambung naik ke kerongkongan. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester kedua ini, hal ini karena hormone progesterone meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.

Nilai positif dari relaksasi otot saluaran cerna adalah gerakan makanan menjadi lebih lambat sehingga nutrisi terserap lebih banyak.

Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar terutama sebelum mau tidur. Jauhi makanan yang pedas, berminyak dan berlemak. Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala anda sehingga asam lambung tak dapat naik ke esophagus.

PERTUMBUHAN RAMBUT DAN KUKU
Perubahan hormonal menyebabkan kuku akan tumbuh lebih kuat dan tumbuh rambut lebih banyak dan kadang tumbuh ditempat yang tidak diinginkan seperti diwajah atau perut. Tapi tak perlu kuatir rambut yang tak semestinya ini akan hilang setelah bayi lahir

SAKIT DI PERUT BAGIAN BAWAH
Pada kehamilan 18-24 minggu anda akan merasakan nyeri diperut bagian bawah yang seperti ditusuk atau seperti tertarik disatu atau dua sisi, hal ini karena perenggangan ligamentum dan otor unutk menahan rahim yang semakin membesar.
Nyeri hanya sebentar dan tak menetap.
Atasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.

PUSING
Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua ini hal ini dapat terjadi ketika pembesaran dari rahim anda menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.

Atasi denga melakukan perpindahan posisi pelahan lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah yang mendadak.

MENDENGKUR
Peningkatan aliran darah selama kehamilan akan menyebabkan sesak dan pembengkakan membrane mukosa yang menimbulkan mendengkur saat tidur.

HIDUNG DAN GUSI BERDARAH
Hal ini juga karena peningkatan aliran darah selama masa kehamilan. Kadang juga mengalami sumbatan pada hidung hal ini karena perubahan hormonal.

PERUBAHAN KULIT
Garis kecoklatan mulai dari puser (umbilicus) ke tulang pubis disebut linea nigra.
Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan, ini dapat menjadi petunjuk kurang asam folat.
Strecth mark terjadi karena perengangan kulit yang berlebih biasanya pada perut dan payudara.
Akibat perengangan kulit ini anda dapat merasa gatal.

PAYUDARA
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut colostrums. Putting dan sekitarnya akan semakin bewarna gelap dan besar dan bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, itu adalah kelenjar kulit..

KRAM PADA KAKI
Kram otot ini timbul karena sirkulasi darah yang lebih lambat saat kehamilan. Atasi dengan menaikkan kaki keatas, minum cukup kalsium. Bila anda terkena kram kaki ketika duduk atau saat tidur, coba untuk menggerakan jari-jari kaki kearah atas.

PEMBENGKAKAN SEDIKIT
Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, hampir 40 % wanita hamil mengalaminya.
Hal ini karena peningkatak hormone yang menahan cairan.
Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah, kaki , tangan.
Hal ini sering karena posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.


MERASAKAN GERAKAN BAYI ANDA
Pada kehamilan minggu ke 15-22 anda akan mulai merasakan gerakan bayi anda yang awalnya akan terasa seperti kibasan, tetapi di akhir trimester ini, anda akan benar-benar merasakan pergerakan bayi anda. Pada ibu yang baru pertama kali sering tidak dapat mengenali gerakan bayinya sampai minggu ke 19-22.

Tuesday, 24 November 2009

DIABETES MELITUS


Diabetes Melitus ialah penyakit gangguan metabolisme terutama karbohidrat yang disebabkan kekurangan hormon insulin absolut maupun relatif dengan segala akibatnya pada multi organ. Kejadian DM didunia 1 - 2 % penduduk, sebelum ditemukan insulin sering ditemukan penyulit akut dan sangat jarang ditemukan penyulit kronis, hal ini dikarenakan penderita sudah meninggal sebelum terjadi penyulit kronis. Akhir-akhir ini penyulit akut dapat diatasi dan dicegah, sehingga penderita DM dapat hidup lebih lama dan timbul penyulit kronis seperti retinopati, neropati dan nepropati.

Gejala Klinis :
1. Poliuri : banyak kencing, terutama malam hari. Hal ini karena gula yang keluar melalui urine membawa air.
2. Polidipsi : banyak minum, hal ini karena kencing banyak, tubuh mengalami dehidrahi yang merangsang pusat haus.
. Polifagi : banyak makan, cepat lapar, hal ini karena ada gangguan metabolisme glukosa -- kalori berkurang -- rasa lapar.
4. Berat badan menurun, dan badan merasa lemah.
5. Keluhan lain : luka yang sulit sembuh dan kadang-kadang timbul ganggren, gatal-gatal, gejala infeksi saluran kencing, gangguan penglihatan karena retinopati / katarak.

Pemeriksaan Jasmani :
Pada penderita DM tanpa penyulit biasanya tidak dijumpai kelainan fisik. Kelainan fisik timbul akibat adanya penyulit baik penyulit akut maupun kronis.

Pemeriksaan Laboratorium :
Diagnosa pasti DM bila gula darah (GD) sewaktu 200 mg/dl dalam 2 waktu yang berbeda, atau GD puasa >120 mg.dl dan PP > 200 mg/dl.
Pemeriksaan urine reduksi . glukosa urine hanya sebagai penyaring.
Bukan DM bila GD puasa <120 mg.dl dan PP< 140 mg.dl.
Bila hasil meragukan yaitu GS puasa < 120 dan PP 140 - 200 mg.dl, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan tes toleransi glukosa oral TTGO, penderita puasa 8 jam, kemudian diberikan glukosa 75 gr, diperiksa kadar GD pada puasa, 1 jam PP dan 2 jam PP, dengan kemungkinan hasil sbb :
1. Bukan DM bila GD Normal (puasa)<120 mg/dl dan 2 jam PP <140 mg/dl
2. Toleransi glukosa terganggu (TGT) bila GD puasa < 120 mg.dl dan 2 jam PP 140 - 200 mg.dl.
3. DM bila GD 2 jam PP > 200 mg.dl

Pada follow up diperiksa GD N / PP atau GD kurve harian (N,jam 11.00, jam 16.00)
Klasifikasi DM :
Dalam perkembangannya klasifikasi DM selalu berubah, tetapi pada prinsipnya ada 2 macam yaitu IDDM (insulin dependent DM) dan NIDDM (noninsulin dependent DM).
Klasifikasi DM menurut WHO yang terakhir yaitu :
1. DM tipe I (IDDM(
2. DM tipe II (NIDDM).
3. MRDM (malnutitional related DM)
4. DM Gestational (hamil).
5. DM sekunder (penyakit hati, pankreas, ginjal, tiroid dll).
6. TGT (toleransi glukosa terganggu).

Pengobatan DM :
Pengobatn DM meliputi : diet, olah raga, OAD (anti diabetes oral), insulin, dan penyuluhan. Secara praktis cara pengobatan DM sbb :
Perhatikan adanya pemyulit / tidak, apakah ada indikasi insulin .tidak. Bila tidak ada indikasi pemberian insulin, cukup dengan diet dan olah raga selama 2 minggu s/d 1 bulan bila tidak ada respon, dipertimbangkan pemberian OAD/Insulin.

Monday, 23 November 2009

PENCEGAHAN DAN PERAWATAN DECUBITUS

Decubitus atau luka baring adalah luka karena penekanan terus menerus pada suatu tempat yang sama dan biasanya terdapat pada daerah tonjolan tulang.
Seala metaboisme sel normal, maka hal tersebut tergantung pada nutrisi yang didapat. Pembuangan sisa metabolisme dan setiap kondisi yang mempengaruhi pertukaran yang berdampak pada fungsi sel misalnya gangguan sirkulasi darah pada penekanan kulit daerah antara tulang dan tempat tidur sebagi subjek, sering terdapat decubitus yang ditandai dengan perubahan warna kerusakan kulit dan kemudian terdapat luka yang sangat mudah terinfeksi.
Infeksi dapat disebabkan oleh Staphylococcus Aureus, Hemolitik Streprococcus Coli, Colon Bacilli, Procyancus Bacilli dll
Predisposisi dan penyebab langsung decubitus yang utama adalah penekanan :
1. Individu yang kurus ddengan suhu tubuh tinggi dari normal, mendapat pengobatan Corticosteroid.
2. Tekanan yang rendah pada waktu yang lama lebih merusak jaringan daripada penekanan yang tinggi pada waktu yang singkat.
3. Keadaan lebih parah timbul bila penekanan lebih dari 6 jam.

Tekanan selama 2 jam sudah menimbulkan infiltrasi sel, perdarahan kepiler dan degenerasi sel. Tekanan dapat beasal dari tubuh yang berbaringterlalu lama pada satu posisi, gips, atau ikatan. Efek penekanan sering kali diawali dengan panas, lembab iritasi bagian kulit karena urine, faeces, cairan vagina, keringat. Kerutan daerah bokong, gesekan akibat berbaring , atau pada dua prmukaaankulit yang kontk terus-menerus semuanya dapat menimbulkan luka tekan / luka baring.
Segala sesuatu yang mempengaruhi sirkulasi atau nutrisi khususnya bila suplai syaraf kurang yaitu pada kelumpuhan, kasus patah tulang atau post operasi dimana syaraf telah dibuang dapat menimbulkan luka decubitus.
Bila kulit rusak, massage dilakukan hanya sekitar luka dengan gerakan luar untuk merangsang aliran darah.
Bukia area yang kemerahan agar mendapat cahaya dan panas radiasi untuk meningkatkan sirkulasi serta mencegah kerusakan yang lebih parah. Pertahankan kulit dalam keadaan kering dan cegah gesekan dengan pemakaian bedak atau talk.

Lokasi Decubitus
Bagian-bagian tubuh yang menonjol dan mendapat tekanan terus-menerus :
1. Pada pasien yang tidur berbaring.
- Belakang kepala.
- Bahu.
- Punggung.
- Sacrum.
- Tumit.

2. Pada pasien yang tidur miring.
- Daun telinga.
- Bahu.
- Pinggul.
- Lutut.
- Mata kaki bagian luar.

3. Pada pasien yang tertelungkup.
- Dahi.
- Hidung.
- Dagu.
- Lutut.

Gejala decubitus
Panas, kemerahan, lembek, tak nyaman dan sakit, salah satu penelitian menyatakan bahwa gejala mungkin tidak nampak sebelum 2 - 9 hari setelah terjadi kerusakan jaringan karena itu penting melakukan pencegahan. Jika tekanan tiak dikurangi, jaringan menjadi lebih parah. Vena permukaan terasa ada penekanan shingga aliran darah dihambat dan vena menjadi rusak, yang secara mekanik dapat mencegah aliran darah arteri. Hal ini akan membuat jaringan berwarna biru atau abu-abu, terasa dingin dan tak terasa. Jika tekanan tidak segera dikurangi, sirkulasi menjadi terhambat akibatnya terjadi ganggren.

Tingkat Decubitus.
1. Tingkat I. Decubitus Eksematosa.
Pada tingkat ini kulit mulai berwarnamerah dan menjadi lembek berisi cairan, kadang-kadang berisi nanah bila terinfeksi dan mudah peah.
2. Tingkat II. Decubitus Eksoriative.
Pada tingkat ini kulit menjadi lecet, terjadi luka yang tidak terlalu dalam dan kadang-kadang terdapat jaringan yang nekrose.
3. Tingkat III. Decubitus Ganggrenosa.
Pada tingkat ini terjadi luka yan dalam disertai dengan adanya jaringan nekrose, Jaringan yang mati dan terinfeksi inilah yang disebut ganggren. Luka ini kadang-kadang terjaddi sampai jaringan tulang.

Perencanaan dan Pelaksanaan Perawatan.
1. Menjaga kebersihan kulit penderita.
Misal, sehabis mandi badan dikeringkan, mengganti pakaian, alat tenun bila basah atau lembab.
2. Memberikan pembaringan berganti.
3. Menggosok bagian-bagian yang menonjol dengan kamper spirtus dan talk.
4. Kain alas tempat tidur harus licin, bersih dan kering.
5. Memberiakn makanan yang mengandung gizi yang cukup pada penderita.
6. Kalau perlu pasang D Catheter sesuai instruksi dokter.
7. Membersihkan luka sesuai dengan prosedur yang berlaku dan merawatnya sesuai dengan kerusakan kulit.

Perawatan Decubitus Eksematosa
.
Waktu merawat setiap hari setelah pasien mandi.
Alat-alat yang diperlukan ;
- Kamper spirtus, talk dan bantal angin / cincin tumit.
Cara kerja ;
1. Posisi penderita yang nyaman.
2. Pada kulit yang sudah mulai merah gosok dengan kamper spirtus / zalf, beri bedak tipis.
3. Pada bagian tubuh yang tertekan beri bantal angin / cincin.

Perawatan Decubitus Eksoriative.
Waktu merawat setiap hari setelah mandi.
Alat-alat :
Handuk, piala ginjal, obat-obatan sesuai instruksi dokter, potongan es, hair dryer, bantalan kapas, pinset steril, korentang steril, kassa steril, gunting, cincin tumit, kamper spirtus, talk, handscoen dan kantong plastik.
Cara Kerja :
1. Bentangkan handuk dibawah tubuh yang akan dirawat.
2. Verband dibuka dan kassa segera masukan ke plastik.
3. Cuci tangan, pakai sarung tangan, gosok decubitus dengan potongan es disekeliling luka 1 - 2 mewnit kemudian gunakan hair dryer panas dingin bergantian 1 - 2 menit.
4. Bagian yang luka beri obat sesuai yang ditentukan dan pinggirnya beri zink olie tipis-tipis.
5. Tutup luka dengan kassa steril bila perlu bantalan.
6. Bagain kulit yang baik, gosok dengan kamper spirtus dan beri talk tipis-tipis.

Perawatan Decubitus Ganggrenosa.
Sama dengan diatas ditambah gi\unting necrotomi dan pinset chirurgis.
Cara Kerja :
1. Setelah merawat luka, jaringan yang mati digunting dengan hati-hati jangan

Bila Artikel ini berkenan bagi Anda
Silahkan DownLoad
Disini

Cara Efektif Menyosialisasikan Blog

Meskipun tidak seluwes web atau situs, blogbisa dioptimalkan untuk memasarkan produk jasa atau barang. Persoalannya, bagaimana cara efektif agar blog kita mudahdikenali dan kemudian dikunjungi banyak orang.
Berikut adalah cara atau trik yang banyak digunakan para bloger untuk menyosialisasikan blog mereka :
1. Seringlah menulis artikel tentang topik-topik yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Kaitkan topik itu dengan produk atau jasa yang kita jual.
2. Pada saat anda menulis artikel, pilihlah kata-kata kunci yang telah anda perkirakan akan dicari pencari informasi di internet. Berapa banyak kata kunci yang sering dicari dapat anda lihat di mesin pencari Google.
3. Agar artikel yang kita tulis mudah dibaca Google dan bisa tampil di halaman muka mesin pencari itu, upayakan kata kunci tersebut ada di judul artikel dan konsisten tertulis di tubuh tulisan.
4. Jika belum punya blog,ada baiknya anda membuat blog yang difasilitasi situs-situs yang telah punya nama, misalnya blog yang ada di Blogger.
5. Rajinlah menyambangi blog tetangga dan memberikan komentar positif atas berbagai tulisan yang ada di sana, dan jangan lupa memberikan link ke blog kita.
6.bergabunglah ke komunitas-komunitas yang kini digemari banyak orang. Pilihlah komunitas yang sevisi dengan produk barang atau jasa yang anda ingin pasarkan.
Saat mempromosikan produk anda, jangan terlalu hard selling sebab kalau itu yang anda lakukan, bisa jadi anda justru akan dijauhi anggota komunitas.
7. Pilihlah tampilan blog yang dinamis, usahakan ada foto setiap kali anda menulis. Jika anda pengguna Facebook, rajinlah menulis artikel di note dan sesekali tautkan blog anda di sana.
Semoga bermanfaat.
Disarikan dari Media Indonesia.

Sunday, 22 November 2009

Kangen Haramain ....

Subhanallah rasa rindu itu kiaaaaan menggebu. Tak lama insyaallah tanggal 26 November ini seluruh jamaah haji dunia akan berkumpul di padang arafah untuk wukuf, hingga saat2 inilah jamaah banyak berada di Makkah untuk persiapan wukuf.
Sebenarnya, kerinduan itu mulai menggebu dari awal keberangkatan mas dan mbak saya 26 Oktober lalu, ditambah mereka pun ketemu adik yg kuliah di mesir -yg sudah 2,5 th tidak pulang- untuk berhaji. Kekangenan itu makin memuncak melihat berita2 di televisi indonesia maupun tv arab yg selalu menyiarkan shalat jamaah langsung baik dr Al haram dan Nabawi. Di saat2 seperti ini, jamaah haji sudah tumpek blek di masjidil haram, penuuuh dari lantai 1 sampai lantai paling atas, pelatarannya dipenuhi lautan manusia, subhanallah.
Jadi ingat dulu perjuangan mencari tempat shalat ketika sudah mendekati hari wukuf, menyusuri shaf-shaf sambil bilang permisi ke orang2. Alhamdulillah di tempat yg penuh itu, akhirnya pasti ketemu juga tempat shalat. Pernah suatu saat, dah berangkat awaaal banget, alhamdulillah begitu datang langsung thawaf dan bisa ngelus2 rukun yamani tiap putaran. Dapat tempat shalat, duduk dan tilawah. Tahu2 begitu dah adzan, ada orang turki seenaknya duduk persis di depan saya, yg bisa membuat saya ga bisa ruku' dan sujud, ga bisa shalat lah pokoknya. Saya protes ke dia dg hati2, namun dia tetap tak mau pergi sambil memberi isyarat its no problemo. Terpaksa eyke yang pergi dan mencari tempat lain. Di maktab saya cerita pengalaman saya, dan ternyata banyak temen2 yg berkeluh kesah ttg orang2 turki yang besar2 yang kalau thawaf, tabrakan dikit ma lengan mereka, sakitnya kerasa banget. Ya mungkin karena postur tubuh mereka baik laki2/perempuan gede dan kuat. Jadi kita orang asia yg kecil2 bisa kepental sama mereka, hehe lebay. Di hari berikutnya di masjidil haram, ketika jakan shalat jamaah saya berdampingan dengan dua orang turki. Setelah saya selesai tilawah, orang ini mengajak saya berbincang, say hello, ramaaaah banget, di akhir obrolan sebelum shalat dimulai, dia memberikan jilbab khas turki pada saya. Masyaallah, seketika hal itu semakin merubah pandangan saya terhadap orang turki kemaren. Selesai jamaah kami, berpelukan layaknya saudara yg akan berpisah. Subhanallah, Maha kuasa Allah, shg saya mengalami hal ini. Begitu banyak cara Allah untuk menegur hambanya.
Ya Allah, di saat disana pun saya, suami dan jamaah haji seKBIH dan para pembibing, tak henti2nya selalu menambahkan doa disetiap doa2 yang kami panjatkan, untuk diijinkan kembali mengunjungi haramain, mengunjungi ka'bah, ziarah nabiyyina Muhammad SAW. Ya Allah, kabulkan doa kami ya Allah ...

Saturday, 21 November 2009

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN OBSTRUKSI SALURAN PENCERNAAN



Patofisiologi
• Ketika obstruksi saluran pencernaan terjadi, gelombang peristaltic proksimal meningkat pada daerah obstruksi dalam usaha untuk menggerakkan isi dari daerah obstruksi.
• Gelombang peristaltic ini menghasilkan suara perut dengan nada tinggi.
• Peristaltik berhenti, ketika cairan dan gas berkumpul di belakang daerah obtsruksi, seperti ditemukan pada Ilues Paralitic.
• Distensi abdomen yang berasal atau disebabkan pembengkakan usus, menekan paru-paru akan membuat tekanan diafragma melemah.

Penyebab Obstruksi Saluran Intestinal.
• Faktor Mekanik.
• Faktor Neurologik.
• Faktor Vaskular.

1. Faktor Mekanik.

• Perlengketan merupakan penyebab yang paling mungkin pada obstruksi usus.
• Perlengketan juga sering terjadi pada pasien post Operasi perut, tetapi apabila sebab-sebabnya tidak diketahui dapat menyebabkan suatu keadaan yang lebih serius.
• Iritasi yang timbul setelah prosedur pembedahan dapat juga mempercepat terjadinya perlengketan, juga jaringan ikat bekas luka akan menimbulkan penyempitan dari usus.
• Timbulnya perlengketan yang luar biasa, sangat mungkin untuk terjadinya obstruksi.

Hernia.
• Suatu hernia incarcerate kadang-kadang bisa menjadi penyebab obstruksi, tergantung kepada ukuran cincin hernia itu sendiri.
• Pada hernia strangulasi selalu terjadi obstruksi karena usus tidak berfungsi dimana suplay darah terhalang.

Volvulus.
• Volvulus adalah terbelitnya usus yang sering menimbulkan terhentinya isi rongga perut.
• Hal ini bisa terjadi pada usus halus atau usus besar, dan dapat kembali tanpa tindakan operasi, apabila penekanan pada usus dapat berhasil diperbaiki.
• Volvulus usus besar kadang-kadang dapat bebas apabila diberikan barium enema.

Intussusepsi.
• Intussusepsi adalah suatu penyarungan usus dari yang diatasnya, dan pada umumnya terjadi pada bayi, terjadi pada hubungan ileocaecal, usus kecil menyarung ke dalam usus besar.
• Pada orang tua biasanya bergabung dengan tumor dari usus besar, yang mana penyarungan ke bagian distal usus terjadi akibat gerakan peristaltic.
• Pada bayi, barium enema kadang-kadang menyebabkan lepasnya intussepsi.
• Tindakan pembedahan dilaksanakan pada intussepsi yang sudah terjadi cukup lama dan tidak bisa kembali sendiri, sehingga bisa terjadi kerusakkan pada dinding usus

Faktor Neurogenik.
1. Suatu obstruksi dinamik kadang-kadang disebut Paralitik Ileus, disebabkan oleh kuang aktivitas peristaltic.
2. Aktivitas tenaga dorong dari usus besar terhalang oleh rangsangan refleks yang dapat disebabkan oleh sejumlah patologis atau penyakit yang berbeda.
3. Umumnya timbul setelah operasi / bedah perut karena usus besar berhenti berfungsi selama beberapa waktu, berkisar dari beberapa jam hingga beberapa hari
4. Prosedur / tindakan yang ditangani pada usus besar secara ekstensif dan prosedur pada daerah retroperitoneal dapat menyebabkan masalah setelah operasi.
5. Pengobatan / cara mengatasinya adalah dengan alat penghilang gas hingga usus besar mulai berfungsi.
6. Infeksi pada abdomen / perut dan kadang-kadang kapasitas thorax seperti pneumonia lobaris, peritonitis atau pankreatitis, seringkali menyebabkanileus pada daerah asal infeksi.
7. Penyebab umum lainnya adalah ketidak-seimbangn elektrolit, khususnya hypokalemia.

Faktor Vaskular
• Gangguan suplay darah ke tiap bagian tubuh menyebabkan luka timbul dan fungsi berhenti.
• Darah disuplay / dialirkan ke usus besar melalui pembuluh arteri inferior mesenteric, superior dan celiac.
• Pembuluh darah ini mempunyai inter komunikasi anatomic pada ujung pancreas dan sepanjang garis lintang usus besar.
• Kemacetan /hambatan total (Mesenteric Infarction), setiap kemacetan suplay darah arteri ke usus besar, seperti pada mesenteric thrombosis, akan secara efektif menghentikan fungsi usus besar. Hal ini biasanya disebabkan oleh ukuran pembuluh darah yang tersumbat, perluasan / pembesaran usus besar tanpa suplay darah, dan kecepatan timbulnya kemacetan.
Suatu kemacetan yang akut dapat menyebabkan luka abdomen yang parah tanpa tanda-tanda kesulitan usus karena luka tersebut disebabkan oleh jaringan ischemic (bukan sekedar akibat dari kesulitan obstruksi.


PENGKAJIAN
1. Yang harus dimonitor pada pasien dengan obstruksi saluran pencernaan adalah :
Suara saluran cerna bagian bawah (bowel) : ada / tidak dan jenisnya.
• Nyaring / keras, frekuensi, suara nada tinggi dapat di dengar dengan adanya perkembangan obstruksi.
• Suara perut ini tidak terdengar jika peristaltic berhenti.

Suara perut melemah dan berganti dengan flatus, terjadi apabila peristaltic
kembali ada.
2. Muntah, kaji tipe dan frekuensi.
• Melimpah (profuse), tidak ada isinya, terjadi pada obstruksi usus halus bagian proksimal.
• Biasanya tipe muntah yang berisi (profuse)terdapat / terjadi pada pasien dengan obstruksi saluran pencernaan bagian bawah (bowel obstruction distal)

3. Rasa sakit pada perut, luka dan jenis :
• Sakit karena kram (cramping) terjadi akibat perkembangan obstruksi.
• Sakit umumnya tetap dan menyebar (diffuse) sesuai dengan distensinya.

4. Distensi abdomen : digunakan pita pengukur untuk menentukan
Perubahan ukuran. Tempat / daerah yang diukur selalu tetap, khususnya yang
Melewati umbilicus.

5. Urinary Output : jumlah
• Monitor total output (jumlah menurun,tanda dehidrasi)
• Monitor frekuensi pengosongan retensi urine.

6. Tanda-tanda vital
• Panas, takhikardi, dan hipotensi terlihat pada psien dengan dehidrasi.
• Panas, umumnya juga merupakan indikasi dari obstruksi atau peritonitis.




Bila Artikel ini berkenan bagi Anda
Silahkan DownLoad
Disini