Pages

Thursday, 25 November 2010

Bangkitnya Kembali Perang Ideologi, Kapitalis vs Komunis


Akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan berita yang cukup menyulut emosi dunia Internasional. Dua negara beda ideology saling serang di Semenanjung Korea. Korea Utara versus Korea Selatan. Ya, Korea Utara yang ideology negara kental dengan Komunisme dan Korea Selatan yang di back up oleh Kapitalis Amerika Serikat. Korea Utara dibawah dictator komunis, Kim Young Il sengaja membuat panas dunia Internasional dengan beberapa kali melakukan uji coba rudal Tae Podong dan pembuatan pusat pengayaan uranium untuk memproduksi senjata pembunuh masal, Nuklir. Kim Young Il tidak sendiri, afiliasi antara China dan Vietnam Utara dan malu-malu kucing Rusia sepertinya semakin membuat percaya diri Korea Utara berkacak pinggang menantang dunia. Korea Utara yang saat ini masih benar-benar menegakkan panji Komunisme Absolut tidak seperti negara komunis lain yang lebih lunak terhadap dunia luar. Negeri Tirai Bambu sesungguhnya adalah Korea Utara karena tidak mudah diakses dan tidak mudah ditembus karena siap berdiri kokoh menantang dunia.

Langkah penetrasi yang dilakukan oleh Korea Utara membuat seteru abadinya Korea Selatan geram, melalui Presiden Lee Myung Bak menginstruksikan darurat militer di Korea Selatan. Bahkan menteri Pertahanan Korea Selatan ,mengundurkan diri dari jabatan strategis tersebut karena dianggap tidak mampu menjaga kondusifitas. Sikap kstaria yang patut dipuji oleh pemimpin di Indonesia. Wacana ini kemudian hari ditanggapi oleh Amerika Serikat dengan mengirimkan kapal perang dan pesawat tempur untuk membantu Korea Selatan. Korea Selatan pun tidak sendiri, masih ada Inggris dan beberapa negara Uni Eropa yang siap membantu.
Masih ingat dalam ingatan kita pertengahan tahun 2009 ketika kapal perang Korea Selatan di rudal sehingga tenggelam di dasar laut Semenanjung Korea. Konflik demi konflik inilah yang puncaknya adalah serangan terhadap ribuan rakyat sipil Korea Selatan. Akumulasi konflik ini, bukan tidak mungkin akan menyebabkan Perang Korea jilid dua yang membuat stabilitas ekonomi dan politik terganggu. Bahkan bukan tidak mungkin, hal ini akan menyulut Perang Dunia Ke Tiga yang embrio-embrionya sudah muncul di permukaan.

Masih ingat dalam ingatan kita ketika Indonesia yang dahulu di zaman Bung Karno sebagai Presiden dekat menjalin hubungan dengan Uni Soviet yang notabene pemimpin Komunis Internasional. Kedekatan Bung Karno dengan Nikita Kruschev yang ketika itu perdana menteri Uni Soviet pengganti Josep Stalin. Bahkan, kemerdekaan Indonesia diawali dengan letupan pemikiran Sosialis Komunis yang di komando oleh Tan Malak, Muso, Alimin dan kawan-kawan. Riak-riak pemberontakan dengan dasar Ideologi Sosialis tersebut yang akhirnya memaksa Belanda untuk menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia Serikat ke tangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Isu yang berhembus ke permukaan tentang adanya peran dari tangan-tangan komunis dalam membantu kemerdekaan Indonesia jika ditilik dari aspek sejarah memang cukup dijadikan alasan. Rentetan peristiwa pemberontakan PKI sampai runtuhnya PKI di tangan Soeharto merupakan bukti otentik yang masih diperdebatkan.

Tumbangnya Orde Lama dan diganti dengan Orde Baru pun atas kongsi dengan Kapitalis yang ketika itu maish di cengkram oleh Amerika Serikat bahkan sampai saat ini. Fakta sejarah membuktikan bahwa peran Kapitalis dalam membantu menjungkalkan rezim Orde Lama tertulis dalam bingkai sejarah perjalanan bangsa. Sejak tumbangnya Soekarno, terlihat jelas matinya ideology Komunis sampai ke akar-akarnya hingga saat ini. Dunia mungkin sadar bahwa untuk menggulingkan Orde Lama memerlukan empat tangan dan empat kaki untuk mencabut hegemoni kekuasaan. Sehingga Amerika dengan operasi canderstain mengoyak inetgritas kebangsaan. Namun semua itu dewasa ini sudah di kembalikan ke postulat yang sesugguhnya yaitu tentang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Namun ironisnya, penjajahan dengan selubung neokolonialisme dan neoimperialsme masih merajalela. Seakan tidak mampu untuk melawannya. Indonesia sekali lagi hanya diam. Tanpa kata dan tanpa bahasa. Penjajahan jilid ke dua terasa amat sulit untuk dihindari karena moral anak bangsa sudah tertutup oleh pragmatism kekuasan, harta dan kedudukan. Benar apa yang dikatakan oleh Bunga Karno, “Perjuangan ku terasa mudah karena mengusir penjajah namun perjuanganmu akan terasa susah karena mengusir bangsa sendiri”.

Semoga perang Ideologi ini hanya kamuflase agar dapat diredupkan kembali. Karena bagaimanapun juga rakyat yang akan menjadi korban utama. Rakyat yang menderita mati sengsara. Sudah cukup derita ini dialami oleh nenek moyang kami. Biarkanlah kami yang akan menanggung bahagia perjuangan meraka dalam mendamaikan dunia.

Wednesday, 24 November 2010

Aku dan Mbah Sarimah, Refleksi Pengalaman Relawan Merapi


Pengalaman yang paling menyentuh selama menjai relawan saat tanggap darurat merapi adalah ketika bertemu langsung dengan salah seorang pengungsi. Namanya mbah Sarimah. Seorang pengungsi asal kabupaten Magelang yang jarak rumahnya sekitar 5 Km dari puncak Merapi. Mbah Sarimah hidup sebatang kara di Magelang, suaminya sudah meninggal dan tidak memiliki anak. Ia hidup hanya dengan saudara-saudaranya. Mbah sarimah tidak pernah menyangka apa yang akan terjadi pada dirinya kelak ketika merapi sudah kembali sedia kala. Rumahnya hancur, binatang ternak entah keberadaannya dan ia kehilangan sepasang cincin pemberian si mbok. Ia sekarang sudah tidak memiliki apa-apa.

Mbah sarimah yang hidup sendiri dirumah yang kecil menceritakan kepada saya tentang kisah pilu yang menerpa dirinya ketika wedhus gembel menerjang desanya.

Ketika itu, setelah menunaikan sholat Isya di mesjid. Mbah sempat pulang ke rumah membuka lemari pakaian kemudian mencari cincin (ali-ali) yang ia simpan di lemari. Ketika cincin itu ia taruh di atas tempat tidur. Tiba-tiba keributan terjadi, seluruh warga desa teriak wehus gembel.. wedhus gembel.. Ia dijemput oleh saudaranya disuruh cepat-cepat keluar rumah hingga semuanya sangat panic. Ia melupakan cincin peninggalan orang tuanya begitu saja diatas meja. Hingga ia sadar ketika diatas truck yang membawanya bahwa cincin itu tertinggal diatas tempat tidur. Ia tidak sempat membawa apa-apa, yang ia bawa hanya sepasang baju dan jarit yang melekat ditubunnya dan satu lagi, ia hanya membawa sebuah tasbih, mukena dan sajadah lusuh yang biasa ia pakai untuk sholat (Subhanallah)

Mbah sarimah menceritakan pengalaman getir itu kepada saya dan kawan-kawan sambil menangis meneteskan air mata. Mbah menangis tersedu karena dia sekarang sudah tidak memiliki apa-apa. Seekor sapi yang biasa ia pelihara hilang entah kemana. Ia hanya menggantungkan hidupnya pada kuasa Yang Maha Kuasa. Ia bingung setelah semuanya selesai ia akan tinggal dimana. Rumahnya yang kecil sudah hancur tertimbun abu vulkanik. Ia mendapatkan informasi dr kepala dusun setempat. Pak kadus berkata bahwa desanya sudah tertutup abu vulkanik seluruhnya.

Mbah sarimah hanya pasrah kepada Allah, ia sekarang hanya mengikuti arus yang membawanya pergi entah kemana. Ia tidak tahu setelah ini akan tinggal dimana. Ia menceritakan pengalaman ini sambil tersedu-sedu (dengan menggunakan bahasa jawa). Sejak hujan abu vulkanik tersebut, kondisi kesehatan mbah sarimah semakin sering sakit-sakitan. Batuk yang semakin parah membuat tenggorokan sakit untuk memakan nasi sementara kondisi perut terasa lapar. Jadinya serba salah. Mau makan tenggorokan sakit, sementara perut terasa perih lapar.

Mbah Sarimah satu diantara sekian banyak pengungsi yang nasibnya masih tidak jelas. Tergantung-gantung tanpa kepastian. Dibalik itu semua, coba teman-teman bayangkan. Kami sat itu menemuinya disebuah mushola kecil ketika akan melaksanakan sholat duhur. Yang membuat hati ini terasa tidak berguna di depan Allah semangatnya tidak pernah padam memakmurkan mesjid ketika musibah menimpa, semangatnya untuk sujud selalu ia lakukan dari dulu sebelum bencana sampai sekarang. Buktinya, ketika semua orang panic, lupa dan kalut hingga lari tunggang langgang. Yang ia bawa hanya sebuah MUKENA, sebuah, SAJADAH dan TASBIH, itulah HARTA tersisa yang Allah beri agar Ia selalu ingat bahwa Allah selalu bersamanya. Yakinlah, bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya.

Sampai berjumpa mbah sarimah, semoga ketabahan dan kesebaran mbah di dengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Sang Pemilik Semesta.

Ngluwar, Kab. Magelang, 21 November 2010 pukul 13.05 WIB

Salam hangat Relawan Merapi

dr. SRS

Saturday, 13 November 2010

Jogjaku penuh dengan Abu..


Jogjaku Penuh Dengan Abu..
Sudah hampir satu bulan lamanya Jogja dan sekitar penuh dengan abu vulkanik hasil letusan merapi beberapa hari yang lalu. Debu yang hitam pekat menyesakkan nafas setiap pengguna sepeda motor dan pejalan kaki. Beberapa pengalaman yang bisa di share sejauh ini seperti ini.. Yuk mariiiiiiiii…

Gembar-gembor isu merapi akan meletus dahsyat sudah muncul pertengahan oktober. Apalagi ketika semakin hari level status merapi sudah semakin meningkat dalam 1 minggu, mulai dr siaga, waspada sampai akhirnya ditetapkan AWAS!. Akhirnya waktu yang ditunggu pun menjadi kenyataan. Merapi meletus tepat jam 3 dini hari, bangun pagi mau jogging seperti biasa liat halaman rumah yang penuh dengan debu vulkanik setebal 2-3 cm. Semua jalanan penuh dengan debu, terasa sesak memang, akhirnya ku batalkan acara jogging di Mandala. Setelah semalam diguyur hujan abu sore harinya hujan, Alhamdulillah debu yg tebal akhirnya dapat sedikit demi sedikit dikikis walaupun keesokan harinya masih ada sisa. Hari demi hari dilalui menjadi relawan, jarak aman marapi hanya 15 km dr puncak masih sempat jalan ke daerah turgo dan cangkringan. Tapi mendadak seminggu yg lalu awan panas merapi semakin menjadi sehingga jarak aman di pindah menjadi 20 km.

Masih sempat jalan ke kampus padahal kampus UII termasuk daerah batas 20 km sehingga harus dipindah. Karena di GOR penuh pengungsi dan tenaga dokter hanya 1 dr 1000 pengungsi secepat kilat langsung naik ke atas GOR. Masya Allah, debu tebal menempel di baju dan celana. Jaket dan celana warna hitam lagnsung berubah menjadi coklat. Sampai di GOR liat pengungsi semakin eneg, gimana ga, banyaknya bukan main udah gitu bau sedap didalam GOR.
Setelah selesai mengobati pasien keesokan harinya menmgikuti tour Posko Merapi UII dan Alumni HMI, bagi-bagi tugas dimana kosong isi disana. Sampai akhirnya, mencoba lahan baru di daerah Muntilan tepatnya di Dusun Gunung Pring. Sampai ga ingat lagi dusun itu, bentuknya udah ga karuan. Semua pohon tumbang, lahan pertania rusak parah, ikan-ikan banyak yang mati di kolam dan abu sangat tebal menutupi jalan. Muntilan lebih parah dibanding Jogja.

Relawan merapi kali ini lebih banyak sekali NGO datang ke jogja mulai dari Eka Tjipta Foundation, Sampoerna Foundation dsb, sehingga sense of lobbying harus dipertajam.. hehe..

Dibalik itu semua, bencana merapi kali ini meninggalkan duka yg mendalam. Meninggalnya juru kunci gunung merapi mbah maridjan membuat sedih seluruh jogja. Beliau wafat dalam posisi sujud di rumah beliau. Bukan Cuma itu salah seorang reporter TV juga meninggal. Termasuk relawan PMI Jogja, mas tutur. Selamat jalan pejuang.. doa kami beserta kalian.. Amien

Saturday, 23 October 2010

Resensi Buku : Isabella, Muslimah Penggenggam Surga

Sebuah buku yang menginspirasikan tentang perjalanan seorang wanita Kristen yang kuat menjunjug agamanya, namun kemudian hari kegalauan hati dan pikirannya memberikan pencerahan menjadi seorang muslim yang shalihah. Isabella adalah seorang anak kepala pendeta yang sangat ekstrim sekali dalam memahami keyakinan sebagai seorang Kristen. Cerita ini dimulai beberapa abad yang lalu di daerah Cordoba (Spanyol). Isabella didik dan dibesarkan dalam lingkungan Kristen, bahkan setelah dewasa dia disuruh oleh Ayahnya untuk mempelajari teologi Kristen sehingga dapat mewarisi keilmuan Ayahnya.

Suatu ketika, setelah pulang dari gereja, Isabella mendengar ceita duan orang muslim tentang substansi keimanan Kristen, penghapusan dosa. Kristus disalib karena mewarisi dosa Adam yang dibuang ke bumi sehingga dengan disalibnya Kristus dapat menghapuskan dosa-dosa umat manusia. Substansi ini yang menggoyahkan keimanan seorang Isabelle sehingga menyebabkan kegalauan dalam diri, dia tanyakan permasalahan ini kepada kedua orang tuanya dan guru spiritualnya namun jawaban yang diberikan tidak pernah memuaskan Isabella, sehingga suatu saat Isabella menantang pemuda tersebut untuk berdebat tentang teologi Islam versus Kristen.

Perdebatan itu kemudian dimenangkan oleh kelompok Islam yang ketika itu dipimpin oleh Umar Lahmi. Pendeta Kristen tidak dapat menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Umar Lahmi sehingga harus dilakukan pertemuan kedua dan bahkan pertemuan ketiga. Pendeta Kristen, merasa terpojoj dengan segala pertanyaan yang dilontarkan oleh Umar Lahmi sehingga mereka akhirnya kesal dengan sikap Umar Lahmi, alhasil Isabella semakin goyah dengan keimanannya dan suatu ketika mendatangi komunitas Muslim Corboda dan berbicara penjang lebar tentang Islam sehingga akhirnya saat itu juga Isabella memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.

Kabar Isabella menjadi Muslim tidak diketahui oleh kedua orang tuanya begitu juga dengan gurunya, Michael. Sampai beberapa waktu lamanya rahasia itu dipendam hingg akhirnya dia harus mengakui keimanan Islamnya dihadapan kedua orang tuanya dan begitu juga dengan gurunya. Mereka marah sejadi-jadinya, bagaimana bisa seorang teolog Kristen dan dididik sejak kecil dengan keimanan Kristen berbalik menjadi Muslim. Akibatnya, Isabella dihukum oleh pedeta-pendeta disuatu tempat yang sangat hina. Dalam sebuah penjara bawah tanah. Sedikitpun Isabella tidak pernah bergeming dengan keimanan Ketauhidannya walaupun dipaksa dan bahkan diancam dibunuh karena dia murtad. Adalah sahabat-sahabat baiknya yang menolongnya untuk terlepas dari belenggu penjara yang hina tersebut.

Akhirnya, Isabella tinggal dan hidup bahagia dengan kehidupan barunya sebagai seorang Muslim di Cordoba. Komunitasnya yang menguatkan dan meneguhkan keimananya. Bahkan dia menjadi seorang ustadzah yang terkenal di Cordoba. Isabella sudah mengislamkan ratusan Kristiani sehingga akhirnya dia menjadi seorang panutan bagi muslimah di Cordoba ketika itu.

Hidayah Allah itu ada.

Dari cerita tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah akan memberikan hidayah kepada hamba Nya kapan saja dimana saja. Isabella yang notabene seorang teolog Kristen mampu menjadi seorang Muslim karena Allah memberikan pencerahan kepadanya. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin membuktikan konsistensinya bahwa Islam agama damai. Islam bukan agama penindasan dan agama berlumuran darah seperti yang tertera dalam cerita tersebut. Asumsi yang dibangun oleh Kristen bahwa Islam agama yang berlumuran darah mampu ditepis dengan baik dalam buku tersebut. Sebaliknya, substansi Trinitas dan penghapusan dosa digugat oleh Muslim namun mereka tidak dapat menjawabnya. Buku ini sangat bagus untuk pencerahan kita dikala galau dan gelisah. Semoga dengan membaca buku ini dapat menginspirasikan Muslim untuk dapat meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan dihadapan Allah SWT. Amien.. Selamat membaca.

Tuesday, 19 October 2010

PENANGANAN SYOK



Definisi

Anaphylaxis (Yunani, Ana = jauh dari dan phylaxis = perlindungan). Anafilaksis berarti Menghilangkan perlindungan. Anafilaksis adalah reaksi alergi umum dengan efek pada beberapa sistem organ terutama kardiovaskular, respirasi, kutan dan gastro intestinal yang merupakan reaksi imunologis yang didahului dengan terpaparnya alergen yang sebelumnya sudah tersensitisasi. Syok anafilaktik(= shock anafilactic ) adalah reaksi anafilaksis yang disertai hipotensi dengan atau tanpa penurunan kesadaran. Reaksi Anafilaktoid adalah suatu reaksi anafilaksis yang terjadi tanpa melibatkan antigen-antibodi kompleks. Karena kemiripan gejala dan tanda biasanya diterapi sebagai anafilaksis.

Patofisiologi

Oleh Coomb dan Gell (1963), anafilaksis dikelompokkan dalam hipersensitivitas tipe 1 atau reaksi tipesegera (Immediate type reaction).
Mekanisme anafilaksis melalui beberapa fase :
Fase Sensitisasi Yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Ig E sampai diikatnya oleh reseptor spesifik pada permukaan mastosit dan basofil. Alergen yang masuk lewat kulit, mukosa, saluran nafas atau saluran makan di tangkap oleh Makrofag.
Makrofag segera mempresen-tasikan antigen tersebut kepada Limfosit T, dimana ia akan mensekresikan sitokin (IL-4, IL-13) yang menginduksi Limfosit B berproliferasi menjadi sel Plasma (Plasmosit).
Sel plasma memproduksi Immunoglobulin E (Ig E) spesifik untuk antigen tersebut. Ig E ini kemudian terikat pada receptor permukaan sel Mast (Mastosit) dan basofil.
Fase Aktivasi Yaitu waktu selama terjadinya pemaparan ulang dengan antigen yang sama. Mastosit dan Basofil melepaskan isinya yang berupa granula yang menimbulkan reaksi pada paparan ulang . Pada kesempatan lain masuk alergen yang sama ke dalam tubuh. Alergen yang sama tadi akan diikat oleh Ig E spesifik dan memicu terjadinya reaksi segera yaitu pelepasan mediator vasoaktif antara lain histamin, serotonin, bradikinin dan beberapa bahan vasoaktif lain dari granula yang di sebut dengan istilah Preformed mediators.
Ikatan antigen-antibodi merangsang degradasi asam arakidonat dari membran sel yang akan menghasilkan Leukotrien (LT) dan Prostaglandin (PG) yang terjadi beberapa waktu setelah degranulasi yang disebut Newly formed mediators. Fase Efektor Adalah waktu terjadinya respon yang kompleks (anafilaksis) sebagai efek mediator yang dilepas mastosit atau basofil dengan aktivitas farmakologik pada organ organ tertentu. Histamin memberikan efek bronkokonstriksi, meningkatkan permeabilitas kapiler yang nantinya menyebabkan edema, sekresi mukus dan vasodilatasi. Serotonin meningkatkan permeabilitas vaskuler dan Bradikinin menyebabkan kontraksi otot polos. Platelet activating factor (PAF) berefek bronchospasme dan meningkatkan permeabilitas vaskuler, agregasi dan aktivasi trombosit. Beberapa faktor kemotaktik menarik eosinofil dan neutrofil. Prostaglandin yang dihasilkan menyebabkan bronchokonstriksi, demikian juga dengan Leukotrien.

Alergen
Terr menyebutkan beberapa golongan alergen yang dapat menimbulkan reaksi anafilaksis, yaitu makanan, obat-obatan, bisa atau racun serangga dan alergen lain yang tidak bisa di golongkan.
Allergen penyebab Anafilaksis Makanan
Krustasea: Lobster, udang dan kepiting
Moluska : kerang Ikan Kacang-kacangan dan biji-bijian Buah beri Putih telur Susu
Obat Hormon : Insulin, PTH, ACTH, Vaso-presin, Relaxin
Enzim : Tripsin,Chymotripsin, Penicillinase, As-paraginase Vaksin dan Darah
Toxoid : ATS, ADS, SABU Ekstrak alergen untuk uji kulit Dextran
Antibiotika: Penicillin, Streptomisin, Cephalosporin, Tetrasiklin, Ciprofloxacin, Amphotericin B, Nitrofurantoin.
Agent diagnostik-kontras: Vitamin B1, Asam folat Agent
anestesi: Lidocain, Procain,
Lain-lain: Barbiturat, Diazepam, Phenitoin, Protamine, Aminopyrine, Acetil cystein , Codein, Morfin, Asam salisilat dan HCT Bisa serangga Lebah Madu, Jaket kuning, Semut api Tawon (Wasp). Lain-lain Lateks, Karet, Glikoprotein seminal fluid

Gejala klinis

Anafilaksis merupakan reaksi sistemik, gejala yang timbul juga menyeluruh.
Gejala permulaan: Sakit Kepala, Pusing, Gatal dan perasaan panas Sistem Organ Gejala Kulit Eritema, urticaria, angoedema, conjunctivitis, pallor dan kadang cyanosis Respirasi Bronkospasme, rhinitis, edema paru dan batuk, nafas cepatdan pendek, terasa tercekik karena edema epiglotis, stridor, serak, suara hilang, wheezing, dan obstruksi komplit. Cardiovaskular Hipotensi, diaphoresis, kabur pandangan, sincope, aritmia dan hipoksia Gastrintestinal Mual, muntah, cramp perut, diare, disfagia, inkontinensia urin SSP, Parestesia, konvulsi dan kom Sendi Arthralgia Haematologi darah, trombositopenia, DIC

Diagnosis
Anamnesis Mendapatkan zat penyebab anafilaksis (injeksi, minum obat, disengat hewan, makan sesuatu atau setelah test kulit ) Timbul biduran mendadak, gatal dikulit, suara parau sesak ,sekarnafas, lemas, pusing, mual,muntah sakit perut setelah terpapar sesuatu.
Fisik diagnostik Keadaan umum : baik sampai buruk Kesadaran Composmentis sampai Koma Tensi : Hipotensi, Nadi:Tachycardi, Nafas : Kepala dan leher : cyanosis, dispneu, conjunctivitis, lacrimasi, edema periorbita, perioral, rhinitis Thorax aritmia sampai arrest Pulmo Bronkospasme, stridor, rhonki dan wheezing, Abdomen : Nyeri tekan, BU meningkat Ekstremitas : Urticaria, Edema ekstremitas Pemeriksaan Tambahan Hematologi : Hitung sel meningkat Hemokonsentrasi, trombositopenia eosinophilia naik/ normal / turun. X foto : Hiperinflasi dengan atau tanpa atelektasis karena mukus plug, EKG : Gangguan konduksi, atrial dan ventrikular disritmia, Kimia meningkat, sereum triptaase meningkat

Diagnosis banding:
- Syok bentuk lain
- Asma akut
- Edema paru dan emboli paru
- Aritmia jantung
- Kejang
- Keracunan obat akut
- Urticaria
- Reaksi vaso-vagal

Penatalaksanaan dan Management syok anafilaktik
- Hentikan obat/identifikasi obat yang diduga menyebabkan reaksi anafilaksis
- Torniquet, pasang torniquet di bagian proksimal daerah masuknya obat atau sengatan hewan
longgarkan 1-2 menitn tiap 10 menit.
- Posisi, tidurkan dengan posisi Trandelenberg, kaki lebih tinggi dari kepala (posisi shock)
dengan alas keras.
- Bebaskan airway, bila obstruksi intubasi-cricotyrotomi-tracheostomi
- Berikan oksigen, melalui hidung atau mulut 5-10 liter /menit bila tidak bia persiapkandari
mulut kemulut
- Pasang cathether intra vena (infus) dengan cairan elektrolit seimbang atau Nacl fisiologis,
0,5-1liter dalam 30 menit (dosis dewasa) monitoring dengan Tensi dan produksi urine
- Pertahankan tekanan darah sistole >100mmHg diberikan 2-3L/m2 luas tubuh /24 jam
Bila 100 mmHg 500 cc/ 1 Jam
- Bila perlu pasang CVP

Medikamentosa I.
Adrenalin 1:1000, 0,3 –0,5 ml SC/IM lengan atas , paha, sekitar lesi pada venom, Dapat diulang 2-3 x dengan selang waktu 15-30 menit, Pemberian IV pada stadium terminal /pemberian dengan dosis1 ml gagal , 1:1000 dilarutkan dalam 9 ml garam faali diberikan 1-2 ml selama 5-20 menit (anak 0,1 cc/kg BB)

Medikamentosa II.
Diphenhidramin IV pelan (+ 20 detik ) ,IM atau PO (1-2 mg/kg BB) sampai 50 mg dosis tunggal, PO dapat dilanjutkan tiap 6 jam selama 48 jam, bila tetap sesak + hipotensi segera rujuk, (anak :1-2 mg /kgBB/ IV) maximal 200mg IV

Medikamentosa III.
Aminophilin, bila ada spasme bronchus beri 4-6 mg/ kg BB dilarutkan dalam 10 ml garam faali atau D5, IV selama 20 menit dilanjutkan 0,2 –1,2 mg/kg/jam IV. Corticosteroid 5-20 mg/kg BB dilanjutkan 2-5 mg/kg selama 4-6 jam, pemberian selama 72 jam .Hidrocortison IV, beri cimetidin 300mg setelah 3-5 menit Monitoring
Observasi ketat selama 24 jam, 6jam berturut-turut tiap 2 jam sampai keadaan fungsi membaik
- Klinis : keadaan umum, kesadaran, vital sign, produksi urine dan keluhan
- Darah : Gas darah
- EKG Komplikasi (Penyulit) Kematian karena edema laring , gagal nafas, syok dan cardiac
arrest. Kerusakan otak permanen karena syok dan gangguan cardiovaskuler. Urtikaria dan
angoioedema menetap sampai beberapa bulan, Myocard infark, aborsi dan gagal ginjal juga
pernah dilaporkan.

Prevensi (Pencegahan)
- Mencegah reaksi ulang
- Anamnesa penyakit alergi px sebelum terapi diberikan (obat,makanan,atopik)
- Lakukan skin test bila perlu
- Encerkan obat bila pemberian dengan SC/ID/IM/IV dan observasi selama pemberian
- Catat obat px pada status yang menyebabkan alergi
- Hindari obat-obat yang sering menyebabkan syok anafilaktik.
- Desensitisasi alergen spesifik
- Edukasi px supaya menghindari makanan atau obat yang menyebabkan alergi
- Bersiaga selalu bila melakukan injeksi dengan emergency kit Prognosis Bila penanganan cepat,
klinis masih ringan dapat membaik dan tertolong

Algoritme Management Penderita Syok Anafilaktik Ringan:
- Baringkan dalam posisi syok, Alas keras
- Bebaskan jalan nafas
- Tentukan penyebab dan lokasi masuknya
- Jika masuk lewat ekstremitas, pasang torniquet
- Injeksi Adrenalin 1:1000 – 0,25 cc (0,25mg) SC Sedang
- Monitor pernafasan dan hemodinamik
- Suplemen Oksigen
- Injeksi Adrenalin 1:1000- 0,25cc(0,25mg) IM(Sedang) atau 1:10.000 –
2,5-5cc (0,25-0,5mg) IV(Berat), Berikan sublingual atau trans trakheal bila vena kolaps
- Aminofilin 5-6mg/kgBB IV(bolus), diikuti 0,4-0,9mg/kgBB/menit perdrip (untuk
bronkospasme persistent)
- Infus cairan (pedoman hematokrit dan produksi urine) Berat
- Monitor pernafasan dan hemodinamika
- Cairan, Obat Inotropik positif, Obat vasoaktif tergantung hemodinamik
- Bila perlu dan memungkin- rujuk untuk mendapat perawatan intensif RJPO § Basic dan
Advanced Life Support (RJPO) ———–Arrest Nafas dan Jantung.

DaftarPustaka

- Rab, Prof.Dr. H tabrani. Pengatasan shock, EGC Jakarta 2000, 153-161
- Panduan Gawat Darurat, Jilid I, FKUI, Penerbit FKUI Jakarta 2000, 17-18
- Ho, Mt, Luce JM, Trunkey, DD, Salber PR, Mills J, Resusitasi KardioPulmoner dan Syok,
EGC Jakarta 1990 : 76-78
- Purwadianto, A, Sampurna, B, Kedaruratan Medik, Bina Rupa Aksara, Jakarta 2000, 56-57
- Effendi, C, Anaphylaxis dalam PKB XV , Lab. Ilmu Penyakit Dalam FKUA/ RSUD Dr. Soetomo, 2000 : 91-99
- Rehata, NM, Syok Anafilaktik Patofisiologi dan penanganan dalam up date on shock, pertemuan Ilmiah
terpadu I FKUA Surabaya, 2000 : 69-75
- Barata Widjaya, KG, Imunologi Dasar ed. 3 , Penerbit FKUI, 1996: 76-80
- Sunatrio, S, Penanggulangan Reaksi Syok Anafilaksis dalam Anestesiologi, Bag. Anestesiologi dan terapi
intensif FKUI Jakarta 1990, 77-85
- Kondos, GT, Brundage, BH, Anaphylaxis dalam Don H, Decission Making in critical care,
Baltimore, 1985, 46-47
- 10.Isselbacher, Braunwald, Wilson, Martin, Fauci, Kasper, Harrison’s,
Principle’s Internal Medicine 17th Companion Handbook

Sumber : http://idmgarut.wordpress.com/2009/01/29/syok-anafilaktik/

Bila Artikel ini berkenan bagi AndaSilahkan DownLoadDisini

Pain Management Nursing Role/Core Competency A Guide for Nurses

PURPOSE OF THIS EDUCATIONAL GUIDE

The purpose of this document is to assist the
licensed nurse in recognizing his/her
accountability in effectively managing
patients’ pain through assessment,
intervention and advocacy.
Pain management is only one aspect of the
complex process of providing palliative care.
It is beyond the scope of this document to
address other issues involved in palliative
care.

BACKGROUND
Pain management encompasses various types
of pain experiences throughout an individual’s
life cycle from birth to the end of life. Pain experiences
may include acute and chronic pain, pain
from a chronic deteriorating condition, or pain as
one of many symptoms of the patient receiving
palliative care. Pain is not exclusively physiologi -
cal but also includes spiritual, emotional and psychosocial
dimensions. The goal of pain management
throughout the life cycle is the same - to
address the dimensions of pain and to provide
maximum pain relief with minimal side effects.
Review of the literature, anecdotal reports and
dialogue with colleagues reveals that the majority
of patients do not receive adequate pain management.
A wide variety of factors including inaccurate
information, myths, rumors, fear and cultural
issues contribute to inadequate pain management.
For example, a prevailing rumor in the nursing
profession is that a nurse can lose his/her nursing
license for causing a patient’s respiratory depression
by frequent administration or by giving high
doses of opioids, even though there is no documented
evidence to substantiate this fear. The
literature shows that adequate assessment in
conjunction with opioid titration based on patient
response can provide maximum pain relief
without adversely affecting respiratory status.
Therefore, it is unwarranted to under-utilize or
withhold opioids from a patient who is
experiencing pain based on fear of causing
respiratory depression.
Due to multiple advances in the field of pain
management (i.e. pain assessment, pharmacological
and non-pharmacological interventions),
licensed nurses may have incomplete or inaccurate
information about the following variables
which contribute to ineffective pain management:
1. What is pain and how do patients
demonstrate their pain?
2. How is pain assessed and managed?
3. Is there a difference between
psychological dependence, addiction
and physical dependence?
4. Does aggressive use of opioids cause
addiction?
5. How does the patient’s cultural background
effect pain expression and
management?
Myths and misinformation also contribute
to ineffective pain management. Some common
myths include:
Bila Artikel ini berkenan bagi Anda Silahkan DownLoadDisini

Monday, 18 October 2010

^^ Happy Bday to me & happy anniversary to us ^^

Ah masa siih …
12 oktober 1982 – 12 oktober 2010 = 28 = tuwiiiiiiiirrrrr …
Memang wajah  bisa mengelabui wohehe .. tapi buntut di belakang ada 2 sebagai bukti nyata bahwa waktu terus berjalan. Syukurku tak henti pada yang kuasa, Allah SWT yang maha segalanya hingga membuat semua ini mungkin terjadi. Kepada ibu yg telah lelah merawat, mengasuh semenjak dari dalam rahim hingga kini dan waktu nanti yang kasih sayangnya tak tertandingi dan tak mungkin terbalasi. Kepada bapak tercinta almarhum yang mendidik, mengasihi dan menjadi inspirasi semoga Allah memberikan tempat yang indah untuknya.
Subhanalloh, kalo mo bilang diriku ini terlalu PD biar saja. Yang jelas sepertinya aku masih merasa 22 qiqiqi. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Tapi biarlah. Kumaknai ini sebagai tanda rasa syukur padaNya. Smg dengan semangat dan jiwa muda yang kurasakan, semakin tinggi semangat tuk beribadah padaNya. Tak hanya sekedar niat. Uuuh astaghfirullah, ku terlalu banyak azzam tanpa tindakan.  Sungguh ter-la-lu …
Beberapa hari ini ku merasa istimewa, special, senyum merekah, jiwa tertawa indah, wajah memerah *kepanasan hehe..*. lebay bangets yaa. Ku tahu tak ada perayaan karena memang tak patut dirayakan. Bahkan musti diprihatinkan, bahwa jatah usiaku di dunia makin berkurang. Hanya saja, ku tahu Allah sayang padaku, dan kalau saja aku bisa berbuat lebih untukNya, Allah passsti makin sayaaaaaaaaaaang padaku. Allah, ijinkan aku ya Allah …
Allah betapapun ku bersyukur padaMu, tak ada setitik pun dibanding segala nikmat yang kau karuniakan padaku. Allah senantiasa memberikan kado istimewa di hari-hari ku. Tak hanya hari-hari ulang tahunku. Namun yang sungguh tak terlupakan adalah saat

12 oktober 2004

Itulah kado terindah. Sebuah mitsaqon ghalidha. Kado yang tak main-main. Sepaket kado yang membuat hari-hari setelahnya semakiiiin berwarna, subhanalloh. .

“ Jadi gimana nih, saya panggil umican aja ya? Umi Cantiiq hehe :D”, kalimat yang tak panjang, tapi membuat melayang. Dalam hati kutersipu-sipu, malu ... tapi suka juga, banget. Tapi, rem hati ini terlalu pakem, sebelum sampai langit ke tujuh, kuliukkan kembali menuju ke bumi. Dan gengsi pun yang berbicara” mmm … kok ummi siih, kan masih belum jadi emak2 wkwkwk, kita ber-kakak-adik saja ya …?”. Dan akhirnya resmilah kita ber-kakak dan adik woahaha…
Well, itu sepenggal cerita lalu :D. Based on true story tapi agak diheperbolakan haghaghag …
Sekarang, tiba pada tahap selanjutnya. Ucapan terimakasih kepada suami tercinta ihiiir. Saksi hidupku tentang segala baik burukku semenjak 12 oktober 2004. My love … zauji tercuintah, untuk segala kekhilafan, kesalahan, kekeliruan, kealpaan, baik sengaja atau tidak, ridlokan dan ikhlaskan yaaa. Dan untuk segala pengorbanan, suka dan duka selama ini, semoga semakin mengukuhkan cinta kita menuju cinta yang tertinggi lagi haqiqi, yaitu cinta kepada Sang Rabbul Izzati. Terimakasih untuk semuanya my dear. Semoga kita makin kompak dalam mendidik dan membesarkan buah hati kita, kakak Nabila yang kini 5 tahun dan adek Muaiqly yang 5 bulan. Gandeng tanganku kini hingga nanti hingga ajal menjelang. Semoga kita dipertemukanNya nanti di jannahNya..

Abiii, im so glad i married you, kulo bingah saged bersatu padu denganmu :D …. Love love love …

Yang tersebut di atas adalah note yg saya publish di FB tepat 12 okt 2010 hehe ...